Minggu, 03 Agustus 2014
Tawa yang dulu begitu indah, semangat yang begitu membara, tak pernah aku merasakan bahagia seperti itu.. kesetiaan dan komitmen yang menjadi pedoman, menjadi kepercayaan yang utuh, dan sama - sama takut kehilangan.. disetiap hari yang serasa penat karna aktivitas yang padat, tapi seketika luntur saat dia menghampiri untuk menjemput dan menemani. seseorang yang aku tahu dia sangat mencintaiku dan begitupun aku. tidak hanya kebahagiaan yang diberikannya, tapi juga apa yang dia mampu pasti akan diberikan kepadaku, seseorang yang selalu memelukku disaat aku terpuruk, memberikan solusi dan selalu ada dimanapun aku berada, seseorang yang selalu aku banggakan didepan semua orang, seseorang yang aku yakini bahwa sampai nanti dia tidak akan berubah dan selalu mencintaiku seperti pertama kali kita bertemu. seseorang yang selalu aku harpkan untuk membimbingku, untuk masa depanku, dan seseorang yang bisa menjaga kesetiaannya terhadapku. Dia yang selalu menelusuri hidupku, memasuki lebih jauh dalm hidupku, menceritakan tentang semua kehidupan masing2 sampai tidak ada satupun yang ditutupi, seseorang yang menjadi semangat terbesar dalam hidupku, seseorang yang segalanya buatku, dan sampai aku yakin untuk memberikan seluruh hatiku untuknya, sampai aku berjanji dalam diriku sendiri bahwa aku akan setia kepadanya karena kesetiaannya padaku begitu tinggi, seseorang yang bisa dipercaya, seseorang yang pertama kali mengajak aku menemui keluarganya dan orangtuanya, seseorang yang mengenalkanku pada teman2nya, seseorang yang segalanya buatku. dan kami sama - sama berjuang untuk masa depan kita.
Tapi itu dulu..
Saat ini dia tidak begitu, dia berubah.. dia bukan yang dulu.. dia bukan yang aku kenal selama ini..
Kini semuanya terbalik dengan yang aku tulis diatas, dia egois! dia ingin mencari wanita lain, dia ingin bebas tanpa aku, dia yang tidak pernah menemuiku sesering dulu, dia yang tidak pernah mengatakn I LOVE YOU lagi, dia melunturkan semangatku, dia menjauh !!!! bahkan dia tidak ingin bersamaku... dia kini dengan dunianya sendiri bersama wanita2 [pilihannya yang sedang ia cari dan dekati..
Lalu bagaimana dengan janjinya ? lalu bagaimana dengan komitmen kita? lalu bagaimana dengan orang tua kita yang sudah terlanjur berharap padanya ? lalu bagaimana denganku yang selalu menunggu dia untuk menjemputku lagi ? aku tidak tahu, aku tidak bisa marah padanya, hati ini sungguh tak sanggup untuk menjauhinya dan hati ini tak sanggup untuk mencari hati yang lain.. entah sampai kapan aku seperti ini, digantung! diberi harapan palsu!
Langganan:
Komentar (Atom)